Kasus Jembatan Brawijaya Kediri: Dana Rekomendasi Mengalir ke Dewan

KEDIRI , Korandor.com  – TIGA terdakwa kasus korupsi Jembatan Brawijaya   memberi sebuah pengakuan cukup menarik dan mengejutkan. Yak...



KEDIRI, Korandor.com TIGA terdakwa kasus korupsi Jembatan Brawijaya  memberi sebuah pengakuan cukup menarik dan mengejutkan. Yakni tentang dana pelicin yang disebut-sebut sebagai dana rekomendasi untuk DPRD Kota Kediri sebesar Rp 600 juta.
Dana sebesar itu dimaksudkan untuk memuluskan pengesahan proyek senilai puluhan miliar rupiah dari pihak legislatif. Menurut Ketua Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Kediri, Abdul Rasyid,  peran dewan dalam lingkaran korupsi ini baru terungkap pada sidang Jumat lalu (6/4). Terdakwa Nur Iman Satryo Widodo memberi kesaksian dengan menyebut ada dana rekomendasi ke dewan sebesar Rp 600 juta.
Dana rekomendasi itu, menurut keterangan terdakwa, adalah dana yang dimaksudkan sebagai pelicin agar pimpinan dewan dapat memudahkan pengesahan proyek Jembatan Brawijaya. Nur Iman berkoordinasi dengan Kasenan, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kediri.
Saat ditanya apakah ada anggaran disiapkan untuk dewan? Kasenan menjawab dana itu ada yang mengurus tersendiri dan sudah dianggarkan untuk pihak dewan.“Kasenan juga mengakui bahwa anggaran dana untuk dewan sebesar Rp 600 juta,” terang Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kota Kediri itu.
Para terdakwa dengan detil menerangkan alur pengiriman dana tersebut melalui Rudi Wahono dari PT Surya Graha Semesta (SGS). Dilakukan hingga tiga kali. Pertama dilakukan pada 8 Agustus 2011. Tercatat dalam buku khas keluar (BKK) PT SGS kepada kode DW senilai Rp 100 juta. .Kiriman kedua pada 22 Agustus 2011 sebesar Rp 250 juta.
Dari pengakuan itu juga terungkap pengiriman yang ketiga kali. Untuk kali ini melalui Sekretaris Kota (Sekkota) Kediri saat itu, Agus Wahyudi. Uang sebanyak Rp 250 juta dari Rudi Wahono diterimakan kepada Kasenan. Lalu, dari Kasenan, kiriman untuk pimpinan dewan diberikan terlebih dahulu kepada Agus Wahyudi sebelum akhirnya diberikan kepada unsur pimpinan dewan.
Namun, Agus Wahyudi, saat diperiksa sebagai saksi beberapa waktu lalu mengelak bahwa pernah memberikan uang kepada pimpinan dewan terkait proyek Jembatan Brawijaya. Agus berdalih uang Rp 250 juta itu terkait bisnis mobil dan keris.
Dalam kesaksiannya, sambung Rasyid, Kasenan tak pernah menyebut siapa nama dewan yang menerima aliran dana sebanyak Rp 600 juta. Namun, Rasyid sudah menduga bahwa aliran itu tentu kepada pimpinan dewan. “Itu pasti unsur pimpinan karena semua anggota dewan rata-rata melakukan mosi tidak percaya atas penyetujuan anggaran proyek,” kataRasyid.
Apakah pimpinan dewan saat itu bakal kembali diperiksa terkait pengembangan kasus ini nantinya? Rasyid menyebut bisa saja itu terjadi. Namun, semuanya kembali bergantung pada penyidik dari Polda Jatim. Kewenangan Polda dalam menetapkan mereka sebagai tersangka. Tapi saya kira mereka (penyidik dari Polda Jatim, Red) juga tidak tinggal diam melihat keterangan-keterangan terdakwa.
Untuk diketahui, kasus korupsi anggaran pembangunan Jembatan Brawijaya telah menyidangkan tiga terdakwaadalah Kepala PU Kota Kediri Kasenan, Kabid Permukiman sekaligus Ketua Lelang Wijanto, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Nur Iman Satryo Widodo dan kasus korupsi megaproyek Jembatan Brawijaya menelan dana puluhan miliar.
Awalnya, persetujuan APBD dalam proyek itu akan dituntaskan secara single-year. Kala itu alokasi anggarannya hanya sekitar Rp 1,7 miliar namun dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD Kota Kediri, pembangunan infrastruktur tersebut berubah menjadi proyek multiyears. Total anggarannya pun bertambah menjadi Rp 71 miliar. Realisasi kontrak lelang menjadi Rp 66 miliar. (dlg/tom/korandor.com)


COMMENTS

ADVERTORIAL,33,Bali,107,Berita Utama,56,Gresik,88,Koridor Kuala Kapuas,31,Malang Raya,46,Nasional,53,Olahraga,10,Regional,191,Tajuk,3,Tanah Bumbu,54,Tips,6,Umum,28,
ltr
item
KORANDOR.COM: Kasus Jembatan Brawijaya Kediri: Dana Rekomendasi Mengalir ke Dewan
Kasus Jembatan Brawijaya Kediri: Dana Rekomendasi Mengalir ke Dewan
https://2.bp.blogspot.com/-UmK33m0i12M/WtbAHiZgEeI/AAAAAAAASZY/GRe_rTT1TNAOZY1dat5TToUju1TQJNDlgCLcBGAs/s320/Jembatan%2BBrawijaya%2BKediri.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-UmK33m0i12M/WtbAHiZgEeI/AAAAAAAASZY/GRe_rTT1TNAOZY1dat5TToUju1TQJNDlgCLcBGAs/s72-c/Jembatan%2BBrawijaya%2BKediri.jpg
KORANDOR.COM
http://www.korandor.com/2018/04/kasus-jembatan-brawijaya-kediri-dana.html
http://www.korandor.com/
http://www.korandor.com/
http://www.korandor.com/2018/04/kasus-jembatan-brawijaya-kediri-dana.html
true
3362559209841274946
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy