Teladani Semangat Bhagawantha Bhari

KEDIRI, Korandor.com – UCAPAN Selamat Tahun Baru Saka 726 tanggal 25 Maret 804 Masehi terdengar bergema bertalu-talu. Terjadi ketika ...



KEDIRI, Korandor.com – UCAPAN Selamat Tahun Baru Saka 726 tanggal 25 Maret 804 Masehi terdengar bergema bertalu-talu. Terjadi ketika Bhaghawanta Bhari di Culanggi mengundang hadirin untuk menjadi saksi desa perdikan diperoleh lantaran membuat tanggul di Sungai Harinjing.
Tatkala Paduka Sri Maharaja Rakai Layang Dyah Tulodhong   memberi perintah berdasar titah raja yang didharmakan di Kwak. Memperkokoh keputusan untuk anak cucu Bhagwanta Bhari yang membuat sungai di Harijing agar tidak diganggu gugat oleh patih, pejabat wahuta dan kepala desa. Juga tidak dikenakan segala macam iuran dan pajak.
Demkian perintah raja yang telah diturunkan agar tetap kokoh, abadi dan dipatuhi untuk selamanya. Jika dilanggar, sangat mungkin datang tiba petaka berlipat. Petikan naskah Prasasti Harinjing dibacakan dua kali di Hari Jadi Kabupaten Kediri ke 1214 Minggu (25/3) pagi. Pertama dibacakan saat Bupati Kediri dr Hj Haryanti Sutrisno memimpin upacara di halaman belakang Pemkab Kediri. Disusul pembacaan prasasti kedua kala pagelaran Tari Penthul Merutjul, Kucingan Kediren.
Pada upacara Hari Jadi Kabupaten Kediri tahun 2018 di halaman belakang Pemkab Kediri hadir Wakil Bupati Kediri Drs.H Masykuri, Sekda Supoyo SH,M.Si, Ketua DPRD Kabupaten Kediri H.Sulkani. Jajaran Forkompimda Kabupaten/Kota Kediri, para Kabag, Kepala SKPD, Camat, Kepala Desa dan ASN di lingkup Pemkab Kediri.
Di kursi terdepan tampak mantan Bupati Kediri Kol (purn) Asmono, Mantan Bupati Kediri Ir Sutrisno, Mantan Wabup Kediri Mohamad Yusuf dan Mantan Sekab Kediri Joko Suharno dan Idrus, mantan Plt Bupati Kediri tahun 2015.
Pagelaran tari kolosan dihadiri bersama sejumlah pejabat Pemkab Kediri dan jajaran Forkompimda Kabupaten Kediri. Sendratari yang dibarengi dengan sebregodo prajurit mengawal sang ratu Kadiri seakan membawa kejayaan Kadiri masa lalu. Sang Bhagawantha Bhari menerima prasasti dari Sang Ratu Rakai Dyah Tulodhong dengan lantang membacakan prasasti agar dapat dipahami masyarakat.
Pagelaran tari Penthul Merutjul dan Sendratari dengan Sang Bhagawanta Bhari mampu menggetarkan kawasan Monument Simpang Lima Gumul (SLG). Pesona tari dan sendratari dengan garapan koreografer kenamaan Kabupaten Kediri yang terdiri dari gabungan guru Seni SD dan SMP Negeri di Kabupaten Kediri.
Bupati Kediri dr Hj Haryanti Sutrisno mengatakan pagelaran tari dan sendratari kolosal ini menunjukkan semangat warga Kabupaten Kediri dalam membangun Kabupaten Kediri. Seperti halnya semangat Bhagawantha Bhari yang harus diteladani dalam membangun Kadiri di masa itu.  
“Ini menunjukkan kemasyhuran Kabupaten Kediri yang sejak dulu kala memiliki semangat untuk maju. Penggalian kreativitas seniman harus ditampilkan setiap tahunya. Masih banyak cerita panji yang perlu disuguhkan dengan kreativitas lain setiap tahunya. Yang pasti kearifan budaya lokal Kabupaten Kediri harus digali,” kilahnya.
Joko Susilo, Asisten II sekaligus Ketua Panitia Hari Jadi Kabupaten Kediri mengatakan, agenda tahunan untuk tari dan sendratari kolosal harus menyajikan karya baru. Sehingga pengunjung tidak akan bosan menyaksikan karya tari oleh seniman-seniman tari di Kabupaten Kediri. “Kita upayakan selalu muncul karya tari baru setiap tahunya,” tutur dia.
Menurut Ringgit, salah satu seniman tari di Kediri, Tari Gambyong Doko sejatinya untuk kegiatan pendukung kegiatan bersih desa di Doko yang sangat ritual. Sehingga pola tari terkesan berbeda dari yang biasa. Jumlah penari harus gadis dan berjumlah ganjil yaitu 31. Ini pertama kali di SLG tari Gambyong Doko ditampilkan dengan jumlah penari 31. Tatanan pola tari ini khas Kediren dan tidak menyadur dari daerah lain. Tarian ini katagori Sakral atau mungkin jika penari hanya tujuh bisa diartikan sebagai pentunjuk atau pitulungan.
Hal serupa diungkapkan Ari Wahyu Widodo, koreografer kenamaan d Kabupaten Kediri. Disebutkan, Tari kucingan Kediren dalam pentas kolosal ini mengambil cukilan kisah Dewi Songgolangit yang akan dilamar oleh raja dari Bantar Angin. Dari gagalnya lamaran ini hingga terjadi perang di antara raja
“Kita ambil dari kisah Kediri saja dan ditampilkan 300 murid dalam pentas kolosal ini. Sesuai dengan arahan pimpinan bahwa dalam setiap pentas setiap tahunya harus ada kreasi baru yang perlu dibuat lebih spektakuler dan harus berciri Kediren. Karena itu kita perlu harus berkreasi lebih bagus lagi,” tambah dia. (dlg/tom/Korandor.com)


COMMENTS

ADVERTORIAL,39,Bali,125,Berita Utama,64,Gresik,96,Koridor Kuala Kapuas,31,Malang Raya,51,Nasional,64,Olahraga,11,Regional,213,Tajuk,5,Tanah Bumbu,62,Tips,6,Umum,28,
ltr
item
KORANDOR.COM: Teladani Semangat Bhagawantha Bhari
Teladani Semangat Bhagawantha Bhari
https://4.bp.blogspot.com/-gFznBQSx-OA/WsH7PMPwDcI/AAAAAAAASP4/mgZJO0nEWLcETo91V2JbiVrmAM-7pi6ugCLcBGAs/s320/kediri%2Bhari%2Bjadi%2Bkab%2Bkdr.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-gFznBQSx-OA/WsH7PMPwDcI/AAAAAAAASP4/mgZJO0nEWLcETo91V2JbiVrmAM-7pi6ugCLcBGAs/s72-c/kediri%2Bhari%2Bjadi%2Bkab%2Bkdr.jpg
KORANDOR.COM
http://www.korandor.com/2018/04/teladani-semangat-bhagawantha-bhari.html
http://www.korandor.com/
http://www.korandor.com/
http://www.korandor.com/2018/04/teladani-semangat-bhagawantha-bhari.html
true
3362559209841274946
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy