723

Melalui Halal Bi Halal dan Silaturahim Sambut   Putusan Mahkamah Konstitusi HALAL bi halal , kedengarannya bernuansa Islami da...




Melalui Halal Bi Halal dan Silaturahim
Sambut  Putusan Mahkamah Konstitusi


HALAL bi halal, kedengarannya bernuansa Islami dan bahasa Arab. Itu yang selalu kita dengar tiap tahun setelah perayaan Idulfitri. Begitu juga saat ini, suasana hari raya Idulfitri 1440 atau lebaran itu juga sedang berlangsung sekarang ini. Biasanya, bisa sampai sebulan lebih setelah puncak Idulfitri, 1 Syawal yang tahun ini jatuh pada tanggal 5 Juni 2019. Jadi, hingga awal Juli 2019, masih berlangsung acara yang disebut “Halal bi halal tersebut.

Tradisi halal bi halal ini, ternyata hanya ada di Indonesia. Tradisi bersilaturahim antarsesama muslim, bahkan tidak jarang juga menjadi tradisi antaragama. Artinya, silaturahim yang berlangsung dengan nama halal bi halal itu, seolah-olah hari raya Umat Islam untuk seluruh umat.

Memang, tradisi ini merupakan ajang silaturahim untuk bermaaf-maafan serta berbagi cerita kepada para saudara setelah satu tahun kiranya tidak berjumpa. Dan hanya acara halal bi halal ini memang hanya ada di Indonesia Istilah ini bahkan sampai dikaji oleh para pakar dan ulama mengenai maknanya karena sesungguhnya.

Dalam kajian agama Islam sekalipun, istilah ini tidak ditemukan dalam Al-Quran dan Hadis. Ternyata sebutan halal bi halal ini memiliki kisah yang menarik. Istilah ini semula disebutkan oleh KH Abdul Wahab Chasbullah yang merupakan salah seorang pendiri organisasi Islam, Nahdlatul Ulama (NU).

Ceritanya, kata-kata halal bi halal ini terwujud gara-gara keresahan para ulama saat kondisi bangsa Indonesia yang waktu itu baru merdeka. Tetapi, suasana kekeluargaan dan pergaulan para elit politiknya waktu itu justru tidak kondusif. Kendati dalam suasana kemerdekaan, namun para tokoh masih banyak yang berseteru.

Di antara perseteruan itu, sampai-sampai terjadi pemberontakan bersenjata. Pada tahun 1948, bahkan pemberontakan membawa banyak korban jiwa. Antar tokoh politik berselisih paham dan saling curiga. Di beberapa tempat terjadi pemberontakan yang dilakukan kelompok yang menamakan diri DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) dan PKI (Partai Komunis Indonesia) di Madiun, Jawa Timur.

Nah, konon pada saat para petinggi negara sedang tidak akur itu,  kebetulan pada bulan puasa Ramadhan, Presiden Soekarno memanggil KH Wahab Chasbullah ke Istana Negara. Bung Karno menyampaikan kegelisahannya mengenai situasi politik yang tidak sehat itu kepada Kiai Wahab.

Secara spontan Kiai Wahab memberi saran kepada  Bung Karno untuk menyelenggarakan  acara silaturahmi dengan para elit politik dan masyarakat, seusai Hari Raya Idulfitri yang bulan depan. Bung Karno kurang setuju dengan sebutan "Silaturahim". Bung Karno minta Kiai Wahab mencari istilah lain.

Kia Wahab, kemudian menyatakan, jika para elit politik tidak mau bersatu, itu karena mereka saling menyalahkan. Saling menyalahkan itu, kan dosa. Dosa itu haram. Supaya mereka tidak punya dosa (haram), maka harus dihalalkan. Mereka harus duduk dalam satu meja untuk saling memaafkan, saling menghalalkan sehingga silaturahmi nanti kita pakai istilah halal bihalal, ujar Kiai Wahab, kepada Bung Karno.

Mendengar kata-kata halal bihalal itu, Bung Karno mengangguk. Berdasar kalimat ‘'thalabu halal bi thariqin halal' yang artinya mencari penyelesaian masalah atau mencari keharmonisan hubungan dengan cara mengampuni kesalahan. Presiden Soekarno pun menyetujui penyebutan istilah “halal bi halal” itu.

Kemudian pada perayaan Hari Idul Fitri tahun tersebut, Presiden Soekarno mengundang seluruh kalangan elit politik beserta masyarakat umum untuk datang ke Istana, duduk bersama, berbincang, dan saling memaafkan. Seiring berjalannya waktu ternyata gelaran ini menjadi tradisi yang berketerusan hingga kalangan masyarakat dan dimaknai sebagai acara 'sah' bermaaf-maafan di Hari Raya Idulfitri yang diembel-embeli “halal bi halal” tersebut hingga sekarang.

Jadi, jangan heran kalau sekarang tradisi yang ada di Indonesia itu, banyak negara lain, termasuk negara-negara Islam dan Arab, terheran-heran dengan sebutan “halal bi halal” ini. Kendati demikian, karena ini tradisi yang cukup baik, yakni bersilaturahim sembari bermaaf-maafan, wajar saja bisa diteruskan. Apalagi, di negara kita sering terjadi pertikaian dan perselisihan ataupun salah paham yang memerlukan penyelesaian.

Juga sekarang ini, setelah kita menyelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) serentak 17 April 2019. Dampak Pemilu itu, khususnya Pilpres  terasa dan bahkan menjadi sengketa hukum.  Saat ini, penyelesaiannya diharapkan berakhir di meja pengadilan Mahkamah Konstitusi (MK).

Marilah kita berdoa dan berharap agar sembilan hakim MK yang menyidangkan perkara hasil Pilpres itu berakhir dengan damai dan saling pengertian. Melalui suasana kebatinan yang tercipta melalui silaturahim “halal bi halal” ini tentu semua itu bisa terwujud. Selamat Idulfitri, 1440 H, maaf lahir dan bathin. (yousri)



COMMENTS

ADVERTORIAL,97,Bali,238,Berita Utama,163,Gresik,203,KORIDOR INSPIRASI HOBI,2,Koridor Kuala Kapuas,31,Malang Raya,92,Nasional,169,Olahraga,10,Regional,391,Tajuk,21,Tanah Bumbu,156,Tips,6,Umum,28,
ltr
item
KORANDOR.COM: 723
723
KORANDOR.COM
http://www.korandor.com/2019/06/723.html
http://www.korandor.com/
http://www.korandor.com/
http://www.korandor.com/2019/06/723.html
true
3362559209841274946
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy