Tajuk DOR 724

Carut-Marut Penerimaan Siswa Baru Gara-gara Sistem Zona Jarak Sekolah PROSES  penerimaan peserta didik baru (PPDB)  tahun  2019 ...




Carut-Marut Penerimaan Siswa Baru
Gara-gara Sistem Zona Jarak Sekolah

PROSES penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2019 dengan sistem zonasi untuk SMP, SMA/SMK Negeri, mendapat protes dari para siswa “pintar” dan orangtua siswa. Permendikbud (Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) No. 51 tahun 2018, itu bahkan dinilai malpikir dari orang dekat Mendikbud yang mengajukan konsep itu. Konsep zona berdasarkan jarak sekolah dengan tempat tinggal, mengabaikan cita-cita anak yang serius belajar.
Seharusnya, pertimbangan jalur prestasi lebih diutamakan daripada zonasi. Sebab, di berbagai daerah, terjadi “pembobolan” sistem zona ini dengan “Surat Keterangan Domisili”. Tidak sedikit, zonasi diakali dengan melakukan “pindah tempat tinggal” ke dekat sekolah yang dituju. Caranya, dengan dalih “kontrak, kost, tinggal bersama di rumah keluarga – bukan orangtua”. Kemudian mengurus surat keterangan “domisili” ke kantor kelurahan atau kepala desa.
Banyak yang terkejut, saat setelah mendaftar, sudah segera “kalah” dengan yang rumahnya lebih dekat. Akibatnya, hampir di seluruh daerah, terjadi aksi protes dan unjukrasa yang ditujukan kepada Mendikbud. Sasaran di daerah adalah kepala Dinas Pendidikan bersama gubernur, bupati dan walikota. Tidak seidikit anak pintar dan berprestasi, dikalahkan oleh bukan penduduk permanen itu.
Contohnya di Kota Surabaya. Protes terjadi sejak tanggal 17 Juni 2019, saat awal pendaftaran, hingga minggu ini. Kantor Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya diserbu para orangtua calon siswa SMP (Sekolah Menengah Pertama) Negeri. Demikian pula Kantor Cabang Dindik Provinsi Jawa Timur oleh para orangtua calon siswa SMA (Sekolah Menengah Atas) dan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan).
Tekanan para pengunjukrasa, orangtua murid yang disertai para penggiat pendidikan yang tergabung dalam Komunitas Peduli Pendidikan Anak (Kompak) ditujukan kepada Gubernur Jatim Khofofah Indar Parawansa. Mereka berujukrasa di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Selasa, 18 Juni 2019. Karena Khofifah sedang berada di luar kota, perwakilan pendemo diterima oleh Kepala Dindik Jatim Hudiyono yang didampingi Kacab Dindik Jatim Sukaryantho.
Begitu dahsyatnya desakan dari pihak pendemo saat berdiskusi, yang meminta sistem zonasi dihentikan dan dikembalikan ke sistem PPDB tahun 2018, Hudiyono akhirnya menggunakan “taktik”, menyatakan “menghentikan sementara” proses PPDB yang berlangsung dengan sistem online. Setelah Hudiyono menelepon Tim IT (Informasi dan Komunikasi) PPDB, maka proses pendaftaran online di-close, tepat pukul 15.00 WIB. Wakil pengunjukrasa pun meninggalkan ruangan dan menjelaskan kepada massa pendemo yang menunggu di depan Grahadi, bahwa prosen PPDB online dihantikan sementara. Para pengunjukrasa yang menunggu sejak pagi hari akhirnya membubarkan diri dan pulang.
Gubernur Jatim Khofifah yang datang dari kegiatannya di luar kota sekitar pukul 22.00, langsung mengadakan pertemuan di Grahadi. Hudiyono melaporkan “kebijakannya” yang menghentikan sementara proses pendaftaran PPDB online. Menjelang dinihari, Khofifah didampingi Sekda Prov Jatim  Heru Tjahjono dan Hudiyono mendatangi pusat pengendalian sistem PPDB online di kampus ITS (Institut Teknologi Sepuluh November) Surabaya, Setelah melihat sistem PPDB Zonasi yang juga mengalokasikan kuota untuk jalur prestasi berdasarkan NUN (Nilai Ujian Nasional), 5 persen, maka Khofifah menyatakan, menambah kuota jalur prestasi menjadi 20 persen. Dengan keputusan itu, Khofifah “membuka kembali” sistem tersebut, tepat pukul 00.30 WIB, Rabu (19/6/2019).
Penambahan jalur prestasi itu sebagai respons tuntutan orang tua siswa, setelah ia berkoordinasi dengan Staf Khusus Kemendikbud, Hamid Muhammad. Jadi, proses PPDB di Jawa Timur tetap sesuai dengan ketentuan Permendikbud 51/2018, yakni, 5 persen perpindahan tugas orang tua, 5 persen prestasi, dan 90 persen zonasi.  Sedangkan 90 persen zonasi, dimodifikasi menjadi tiga jalur.  Ke tiga jalur itu adalah: kuota 50 persen berdasar jarak terdekat dengan sekolah, 20 persen NUN tinggi, dan 20 persen dari keluarga tidak mampuAlokasi 20 persen untuk keluarga tidak mampu untuk memotong mata rantai kemiskinan, ujar mantan Menteri Sosial ini.
Kantor Dindik Kota Surabaya juga diunjukrasa para orangtua calon siswa SMP negeri. Setelah berdiskusi dan memperoleh pengarahan dari Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, maka Kepala Dindik Surabaya, M.Ichsan, menyampaikan beberapa keputusan. Sistem zonasi tetap dilaksanakan, tetapi sesuai dengan janji Tri Rismaharini, bahwa semua siswa akan ditampung, maka caranya adalah menambah “pagu” atau jumlah siswa yang diterima di tiap sekolah’
Penambahan pagu itu, setelah koordinasi dengan pihak Kemendikbud, ujar Ichsan. Pagu siswa dari 32 anak tiap kelasmenjadi 38 anak. Total tambahan pagu sekitar 3.600 calon siswa. Namun, keputusan itu belum bisa memuaskan wali murid. Para orang tua murid kuota jalur prestasi berdasarkan NUN 70 persen dan zona dekat jarak rumah dengan sekolah 30 persen. Tetapi, keinginan wali murid dan orangtua siswa ini belum dipenuhi. Unjukrasa masih berlangsung.
Kalau melihat persoalan yang terjadi di tanah air, sistem zona ini memang belum waktunya diterapkan. Sebab, sarana gedung sekolah selama ini masih bertumpuk di kota-kota. Itu pun belum merata dan terpencar di tiap kecamatan.
Di Kota Surabaya, misalnya, di Kecamatan Genteng terdapat SMA lima SMAN yang juga dikenal dengan sebutan skolah favorit. Dari jumlah itu empat SMAN berada dalam satu  komplek, di Jalan Wijaya Kusuma dan Kusuma Bangsa, yaitu: SMAN 1, 2, 5 dan 9. Sedang yang satu lagi tidak jauh dari SMA Komplek ini ada SMAN 6 di Jalan Gubernur Suryo. Di Kota Surabaya yang terdiri 31 kecamatan itu ada 22 SMAN dan 11 SMKN.
Kecamatan Genteng ini adalah di pusat Kota Surabaya, yang merupakan kawasan bisnis dan perkantoran, di samping rumah-rumah lama peninggalan zaman lalu. Padahal kawasan perumahan yang padat penduduk saat ini, umumnya keklurangan jumlah sekolah. Karena ditunjang sarana transportasi yang cukup baik, maka jarak tidak menjadi masalah. (yousri)


COMMENTS

ADVERTORIAL,107,Bali,271,Berita Utama,196,Gresik,229,KORIDOR INSPIRASI HOBI,2,Koridor Kuala Kapuas,31,Malang Raya,106,Nasional,191,Olahraga,10,Regional,438,Tajuk,29,Tanah Bumbu,233,Tips,6,Umum,28,
ltr
item
KORANDOR.COM: Tajuk DOR 724
Tajuk DOR 724
KORANDOR.COM
http://www.korandor.com/2019/06/tajuk-dor-724.html
http://www.korandor.com/
http://www.korandor.com/
http://www.korandor.com/2019/06/tajuk-dor-724.html
true
3362559209841274946
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy