Mengungkap Kasus Dugaan Penggelapan di PT. DLS (2)

GRESIK, Koran dor.com – KASUS dugaan penggelapan yang menyeret dua karyawan PT. Duta Lestari Sentratama (DLS), yakni Rudik Iswanto dan...


GRESIK, Korandor.com – KASUS dugaan penggelapan yang menyeret dua karyawan PT. Duta Lestari Sentratama (DLS), yakni Rudik Iswanto dan Cyrillus Dodi Kusanto  yang dijerat dengan pasal 374 KUHP oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lila Yurifa Prihasti dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, sangat menarik untuk dikupas tuntas.

Sebab sesuai Otorisator atau SOP jelas diatur, bahwa untuk mengeluarkan PO (Purchase Order) bernilai ratusan juta, bukanlah kewenangan dari seorang SC atau Sales Supervisor seperti terdakwa Rudik, terlebih-lebih lagi hanya seorang Sales bernama Cyrillus.

“Sepertinya, kasus ini sangat dipaksakan guna menutupi kesalahan pimpinan terdahulu di Pos Gresik. Atau bisa juga sebagai pengalihan perhatian guna menutupi kasus raksasa di PT. DLS,” duga seorang sumber Koran DOR.

Mengungkap sebuah kebenaran materiil dari suatu tindak pidana adalah merupakan salah satu hakekat dari persidangan di peradilan pidana. Namun pada persidangan dua terdakwa karyawan PT. DLS tersebut, roh idialisme itu seakan hanya merupakan bayang-bayang belaka. Dimana puluhan saksi dari 17 saksi yang sedianya direncanakan akan dihadirkan oleh JPU, dalam memberikan kesaksian pada umumnya terkesan hanyalah “penghafal” naskah dari JPU. Sehingga saat ditanyai Majelis Hakim, sering terlihat kikuk. Bahkan ada yang sampai mualmual.

Ada yang menduga, bahwa kasus yang menimpa kedua terdakwa bagaikan sebuah “Sayembara” untuk mencari tumbal atau “kambing hitam” penanggung beban kerugian perusahaan yang dilakukan oleh pihak lain. Konon beritanya, sewaktu Bayu menjabat Kapos Gresik, disinyalir banyak meningggalkan gantungan faktur atau belum terbayar. 

Namun beberapa bulan kemudian setelah Bayu keluar karena mengundurkan diri (resign), tiba-tiba tagihan-tagihan tersenut lunas ala siluman. Sehingga muncullah kecurigaan, bahwa uang dari tagihan/pembayaran dari faktur penjualan Cyrilus dan Rudik disetorkan untuk menutupi faktur tertunggakan “warisan” dari Bayu. Akibatnya, 21 faktur order dari kedua terdakwa seakan tidak ada setoran.

Kecurigaan atas lunasnya tunggakan faktur peninggalan Bayu sempat juga dipertanyakan oleh Cyrilus (C) kepada Bayu (B)melalui Chat. C: Sya koq merasa ane pak...Padahal faktur nya nirwana bulan akhir Des sampai Februari bnyak yg blum lunas...Tapi kmaren koq tiba” lunas semua...yang d audit bulan Maret ke atas...B: Km sudah tanya dewi? C: Brg nya kan masih ada Sasha bag 500 d kantor sama ellips jar keratin yg 100 CT yg pak Bayu salah buka PO...tapi semua koq tiba” sudah lunas secara sitem...Pak Candra juga pernah tf 96 juta u bayat larutan tapi koq d lunaskan ke faktur lain.

B: Mending tanya dewi deh lus...Saya ga ngutak atik tagihan, apalagi sanpe bayarin tagihan. Kalo km mau nyeret saya ya silahkan lua, saya jg udah buat pengakuan tertulis kok, dan gg nyebut nama km sama sekali murni kesalah saya waktu itu, nembak PO utk capai target dgn estimasi lunas paling lama seminggu. Utk nagih jg ta serahkan semuanya ke kasir dan AR, jd saya ga pernah berurusan sama duit sama sekali,” demiakian antara lain cuplikan Chatingan Cyrilus dengan Bayu. Bahkan Bayu juga telah menyebut dua nama yang menjadi TO di kantor DLS Surabaya 2 Margomomulyo.

Sementara menurut Andre, SH salah seorang dari Penasihat Hukum (PH) terdakwa Cyrilus Dodi Kusanto, tindakan hukum pemidanaan itu untuk kebutuhan perusahaan. Dimana ketika ada kecurigaan telah terjadi manifulasi, langsung dilaporkan ke polisi. Tujuannya untuk memberikan efek jera bagi karyawan lainnya. Tapi dalam kasus kliennya (Cyrilus, red), kemungkinan ada juga tujuan terselubng dari para “petinggi” PT. DLS di balik kasus ini.    

Dilanjutkan, bahwa semangat dalam hukum pidana, adalah lebih baik membebaskan seribu orang yang bersalah dari pada menahan seorang yang belum tentu bersalah. Karena dalam hukum pidana itu menimbulkan kenestafaan atau kesengsaraan. Ini menyangkut harkat dan martabat seseorang. Apalagi seperti terdakwa Cyrilus yang merupakan tulang punggung bagi keluarga.

 “Menurut kami selaku PH dari terdakwa Cyrilus, bahwa kasus ini sangat prematur. Bagaimana tidak? Didakwa melakukan penggelapan, namun tidak bisa disebutkan nilai kerugian secara jelas. Makanya kami sempat memperdebatkan hal itu dengan JPU, kenapa diP.21, padahal kerangka hukumnya tidak terbangun secara cermat dan akurat. Ada apa ini. Di mana unsur-unsur pengelapannya?,” ujar Andre bersama Bernita penuh tanda tanya.  

Berdasarkan kesaksian Dewi, admin pelunasan misalnya, dalam persidangan mengaku, tidak ada pembayaran. Sedangkan Chat saksi Dewi dengan Rudik, Cyrilus, Didit maupun dengan Bayu tergambar sangat jelas bagaimana proses timbulnya manifulatif PO atau fiktif tersebut. Bahkan saksi Dewi saat itu justru yang memberi petunjuk jalan kepada Didit, Kapos Gresik di mana alamat rumah kost Aviv dan kost yang baru disewa untuk menitipkan barang.  “Ancer ancer mana rumah e aviv. Ki q arah bunga. Permata sedayu residen, baru pramuka, gang sblah kiri sebelum telko atau setelah tikungan kuburan cino. Ok ok Suwun ya. Jl raya cendana rmh yg ada pohon asem. Dr portal prumahan lurus sja. Setelah puskesmas sidayu. Hari ini stengah hari kan. Ok ok   Iya sampai jam 12. Tapi nanti pak didit sama aviv tak ajak kirim Suruh bawa kunci ya. Iya pak. Ber4 yg ikut kirim Kasir, fuad, pak didit, silus.
Ok ok Aviv ada. Ada pak Mau tlp ta,” demikian antara lain cuplikan pembicaraan (Chat) saksi Dewi dengan terdakwa Rudik. (Edward Simbolon)

Perbincangan Mantan Auditor PT. DLS

Melalu WhatsApp, Koran DOR  (KD) sempat melakukan perbincangan dengan Bayu (B), mantan auditor sekaligus mantan Kepala Pos Gresik PT. Duta Lestari Sentratama (DLS), anak perusahaan atau bagian marketing dari PT. Kino Indonesia yang berkantor pusat di Tangerang. Disajikan dengan gaya bebas sebagai berikut:

KD : Selamat pagi Pak Bayu. Saya Edward Simbolon dari Koran DOR mau konfirmasi. Dalam Chat Pak Bayu dengan Cyrilus terungkap, bahwa sewaktu Bapak mengundurka diri dari jabatan Kapos Gresik, masih banyak meninggalkan faktur gantung. Ada dugaan, tagihan itu lunas secara sistem karena ditutup oleh AR Dewi dari tagihan faktur order penjualan Cyrilus dan Rudik. Mohon tanggapan/klarifikasinya Pak Bayu.

B : Pagi pak.. terakhir saya sebelum keluar dari Gresik, sesuai catatan sertijab saya dengan pengganti saya, memang benar ada sisa gantungan, tapi itu bukan gantungan piutang, namun sisa potongan program penjualan..nominal kurang lebih sekitar Rp 16 – Rp 20 njuta. Ini harus cek by sistem pak, tracking pelunasan satu per satu, kemudian audit faktur, baru bisa mengetahui aliran pelunasan tersebut..dan yang tahu pastinya memang staf AR untuk segala urusan pelunasan atas pembayaran dari pelanggan..dari situ baru bisa tau apakah ada salah pelunasan apa tidak.

KD : Maaf kalau seperti itu, kenapa pada kasus Rudik dan Cyrilus hal itu belum dilakukan sebelum dilaporkan? Terbukti, kerugian yang diduga digelapkan tidak dapat diketahui secara pasti. Pak Bayu selaku mantan Auditor PT. DLS bagaimana melihatnya. Bukankah Pak Bayu juga pernah membuka PO salah?

B :Kalo masalah kenapa belum dilakukan hal itu, balik lagi ke manajemen sat itu pak..saya juga tidak tahu atas pertimbangan apa memutuskan untuk langsung dilaporkan...saya juga tidak   mempunyai kewenangan untuk itu.. Masalah PO salah, barang yang salah itu kemudian langsung diretur oleh pengganti saya, sebelumnya saya laporkan dalam dokumen sertijab dan mengetahui atasan. Sebenarnya ini simpel pak, jika mungkin ada dugaan salah dalam pelunasan oleh staf AR, tinggal dihitung piutang ada berapa, pelunasan yang masuk ada berapa, sisa gantungan karena program penjualan yang belum rilis oleh pusat berapa, jumlah retur berapa, kemudian dari situ bisa dilihat, sisa sebenarnya yang tergantung itu berapa..tinggal fokus di situ saja..ada penyelewengan apa tidak.

KD :Yach saya tanya hal itu, karena membaca Chat Pak Bayu, bahwa terkesan sangat “istimewa” di jajaran petinggi DLS, oh ya kalau tidak salah, saat Pak Bayu punya masalah PO, cukup mengakui dan membuat pernyataan, itu dulu secara tertulis dan diserahkan ke pimpinan DLS tidak?

B : Kalo saya istimewa mungkin saya ga keluar dari situ, tinggal menikmati gaji dapat jabatan enak. Bisa bisa aja Sampean ini, tolong jangan pakai asumsi sendiri pak. Saya salah Cuma sekali loh pak, dan yang menerima berkah dari salah PO itu sebenarnya siapa? Salesman pak..dia dapat insentif, reward bulanan, hasiah sepeda motor..saya dapat apa? Gak dapat apa-apa pak..Cuma seneng aja team saya dapat reward..bapak tahu fakta ini gak? Setiap kesalahan di sana, wajib dilaporkan ke atasan satu tingkat, baik kesalahan PO, indisipliner dan lain-lain.

KD : Kalau setia kesalahan wajib dilaporkan ke atas satu tingkat. Lalu kesalahan Rudik saat itu, apa tidak dilaporkan ke Pak Bayu?

B: Saya bukan atasan Rudik pak..saat saya menjabat di Gresik, saya gak punya superpisor..saya terakhir di Gresik pertengahan Februari..selam saya menjabat di Gresik, saya tidak pernah punya superpisor sales.  

KD : Siapa dong atasan Rudik kala, apakah Pak Didit yang ikut ngirim barang ke kost Aviv?
B : Nah itu bapak tau... Hehehe..bisa tanya ke yang bertsangkutan aja pak..wong pas kejadiannya aja saya gak di sana..monggo pak bisa tanya ke yang bersangkutan (Diit, red).

KD : Ok deh Pak Bayu. Tapi dalam pandangan saya, Pak Bayu itu sangat istimewa. Karena memprediksi sesuatu yang bakal terjadi. Termasuk urusan di Sby2 Margomulyo. Dimana Pak Bayu tau ada 2 yang jadi TO, yakni berinisial E dan B. Gimana ceritanya ya Pak Bayu tahu kalau tidak istimewa? Ha ha ha..

B : Saya eks auditor pak..teman-teman saya audit banyak ditempatkan di 27 cabang se nasional..mask gini istimewa pak? Udah biasa kali pak dapat info soal beginian sesama rekan audit.. di dunia jurnalis sama bukan pak? Makasih.

KD : OK Pak Bayu, trima kasih juga atas keterangannya, Next kita ya Pak. Jumat, 20 September 2019


COMMENTS

ADVERTORIAL,106,Bali,266,Berita Utama,190,Gresik,225,KORIDOR INSPIRASI HOBI,2,Koridor Kuala Kapuas,31,Malang Raya,103,Nasional,188,Olahraga,10,Regional,427,Tajuk,28,Tanah Bumbu,228,Tips,6,Umum,28,
ltr
item
KORANDOR.COM: Mengungkap Kasus Dugaan Penggelapan di PT. DLS (2)
Mengungkap Kasus Dugaan Penggelapan di PT. DLS (2)
https://1.bp.blogspot.com/-69BZAbTSD8c/XYWJvVe81rI/AAAAAAAAWEM/Cjk3IWag_UEC74IZ2u5JrGjX0IBq_2X-gCLcBGAsYHQ/s320/mjk.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-69BZAbTSD8c/XYWJvVe81rI/AAAAAAAAWEM/Cjk3IWag_UEC74IZ2u5JrGjX0IBq_2X-gCLcBGAsYHQ/s72-c/mjk.jpg
KORANDOR.COM
http://www.korandor.com/2019/09/mengungkap-kasus-dugaan-penggelapan-di.html
http://www.korandor.com/
http://www.korandor.com/
http://www.korandor.com/2019/09/mengungkap-kasus-dugaan-penggelapan-di.html
true
3362559209841274946
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy